Minggu, 18 Juni 2017

Semangat Kerja Karyawan selama Bulan Ramadhan





Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan sangat dinantikan oleh umat muslim. Dimana pada bulan ini, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Ketika Ramadhan datang, banyak orang yang berikrar untuk mengurangi kegiatan. Puasa dianggap mempengaruhi kinerja karena badan lemas dan tenaga menjadi kurang. Ujung-ujungnya produktivitas kerja menurun.
Waktu-waktu produktif justru banyak diisi dengan tidur, ternyata sejarah puasa Ramadhan berbeda sekali dengan anggapan tersebut.  Nabi Muhammad SAW bahkan memimpin tentaranya menghadapi serbuan musuh yang tiga kali lipat banyaknya dalam perang Badar terjadi ketika bulan Ramadan. Ketika itu Nabi dan para sahabatnya harus menghadapi medan yang panas terik dengan taruhan nyawa dalam keadaan berpuasa. Dengan hanya 300 orang pasukan muslimin yang akhirnya mampu tidak saja menahan serbuan 1.000 orang tentara musyrikan bahkan berjaya meraih kemenangan pada masa itu.
Berperang bukan pekerjaan mudah. Perlu mental baja dan fisik yang prima. Bila kita berkaca pada peristiwa sejarah itu tidak pernah Nabi dan para sahabatnya mengajarkan bahwa puasa membuat seseorang itu punya alasan untuk bermalas-malasan, minta dimaklumi dan banyak tidur. Puasa juga mengajarkan bahwa makan dan minum mestinya sudah tidak menjadi masalah utama saat berpuasa. kita bisa dibilang hanya memajukan waktu makan pagi dan menunda waktu makan siang (jika kita hanya berpikir dari sisi makan dan minum), bukan diminta puasa sepanjang waktu tanpa makan dan minum.
Mengenai kinerja, puasa semestinya justru bisa meningkatkan kinerja. Karena waktu kita tidak disita lagi untuk hal-hal lain seperti sarapan, makan dan minum di siang hari. Artinya lebih banyak waktu untuk melakukan kerja-kerja yang produktif. Hal ini pula berlaku bagi seluruh karyawan PT Herlinah Cipta Pratama untuk dituntut tetap bekerja seperti bulan-bulan biasa. Selain karena tuntutan namun dalam diri karyawan sudah tertanam jiwa keprofesionalan dalam bekerja.
Meskipun tempat produksi yang panas disertai kepulan asap yang semakin banyak ditambah aroma dodol yang khas dan nikmat namun terbukti tidak mengurangi semangat kerja karyawan untuk tetap bekerja dalam kondisi sedang berpuasa. Seperti salah satu karyawan yang bernama Adeng. Ia sangatlah bersemangat tanpa merasa lemas meskipun harus mengaduk dodol beberapa kali dalam sehari. Semangat kerja pun tercermin dari seluruh karyawan di PT Herlinah Cipta Pratama yang bekerja rata-rata 8 jam per hari yang dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00.
Semangat kerja inilah yang sangat diharapkan oleh perusahaan agar tidak padam untuk meningkatkat produktivitas dalam memproduksi dodol. Apalagi saat ini di penghujung bulan Ramadhan permintaan dodol akan berpotensi meningkat karena banyaknya pemudik dan wisatawan yang menjadikan dodol sebagai oleh-oleh wajib khas Garut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

68 Tahun Dodol PICNIC tetap di hati Masyarakat

Inovasi, Kunci Pengembangan Usaha Nama besar tak kemudian membuat Dodol Picnic menerima istilah inovasi menjadi satu hal yang tab...